Sunday, 17 March 2013

Kicauan Anas Tentang Lobi Politik Kepiting Simulator SIM

Kicauan Anas Tentang Lobi Politik Kepiting Simulator SIM ini menjadi sangat Perlu dicermati. sejak Anas Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kini dia menjadi kunci Banyak Kasus Besar di Indonesia. Banyak pihak meyakini dengan buka bukanya Anas Akan menjadikan Kasus Korupsi Indonesia akan semakin Banyak Yang terbongkar. salah satu Yang menjadi sorotan saat ini adalah Kasus Simulator SIM dengan Tersangka Utama Irjen Susilo.

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat 15 Maret 2013. Pemeriksaan Anas kali ini tidak ada kaitannya dengan kasus Hambalang yang menyeretnya sebagai tersangka. Anas diperiksa sebagai saksi kasus korupsi simulator SIM di Korps Lalu Lintas Polri tahun anggaran 2011-2012.

Sekitar pukul 10.40, Anas tiba di gedung KPK didampingi sejumlah simpatisan dan kawalan sejumlah pria berbadan tegap. Sebelum menghadapi penyidik, Anas memberikan keterangan kepada wartawan yang mencegatnya di depan pintu masuk Gedung KPK.

"Hari ini saya dipanggil oleh KPK, dimintai keterangan atau kesaksian soal pengadaan Silmulator dengan tersangka pak Djoko Susilo," kata Anas yang mengenakan batik coklat pendek itu.

Anas mengaku tidak mengapa dijadikan saksi dalam kasus Simulator SIM. Anas mengklaim sama sekali tidak mengetahui apa dan bagaimana proses proyek senilai Rp189,6 miliar itu berlangsung.

"Kalau SIM saya tahu karena saya pernah ujian SIM dan dapat SIM, tetapi tidak pakai simulator, ujian biasa saja," ujarnya berkelakar.

Saat dikonfirmasi mengenai pertemuan dengan Djoko Susilo dan Teddy Rusmawan di restoran King Crabs Senayan dan Dharmawangsa, mantan Anggota KPU itu enggan berkomentar. "Selebihnya nanti saya akan sampaikan setelah saya dari dalam ya."

Setelah itu, Anas memasuki gedung KPK. Usai menghadapi pemeriksaan penyidik sekitar lima jam, sekitar Pukul 15.00, Anas keluar.

Kepada wartawan yang mencegatnya, Mantan Ketua Umum PB HMI ini  mengaku banyak menjawab tidak tahu terhadap pertanyaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terkait Simulator SIM.

"Karena saya tidak tahu urusan pengadaan Simulator SIM tentu banyak pertanyaan yang saya jawab tidak tahu. Yang saya tahu saya jawab tahu, banyak pertanyaan teknis yang saya jawab tidak tahu."

Setelah menyampaikan keterangan pers usai menjalani pemeriksaan dalam kasus korupsi proyek pengadaan Simulator SIM di Korlantas Polri, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sempat dipanggil kembali masuk kedalam gedung KPK.

Pantauan VIVAnews, raut wajah Anas yang sebelumnya tenang saat konferensi pers tampak was-was setelah diminta kembali ke dalam gedung KPK.  Anas yang didampingi kuasa hukumnya, Firman Wijaya langsung masuk kedalam gedung KPK dan menunggu penyidik di lobi.

Anas sempat menunggu beberapa menit di lobi gedung KPK. Namun lantaran berkas yang harus ditandatangani tak kunjung datang, Anas kembali berjalan menuju mobilnya. Setengah perjalanan, Anas kembali dipanggil dan dia langsung bergegas masuk kembali ke lobi KPK.

Ada apa gerangan? Menurut informasi di KPK, Anas belum menandatangani selembar berkas pemeriksaan. Oleh sebab itu, dia diminta kembali ke dalam untuk menandatanganinya. Anas diminta menandatangani di lobi gedung KPK. "Ada yang belum ditandatangani," kata petugas KPK

Begitu Anas selesai memenuhi panggilan penyidik di lobi gedung KPK, sejumlah wartawan sempat menanyakan berkas yang belum ditandatangani Anas. Dengan santai Anas menjawab. "Tanda tangan jatah beras," kata Anas, berkelakar.

Apa peran Anas sampai menjadi saksi kasus ini KPK belum memberikan keterangan resmi. Juru Bicara KPK Johan Budi, pada 13 Maret 2013, hanya menyampaikan rencana penyidik minta keterangan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR pada 2009-2010 itu. "Penyidik membutuhkan keterangan Anas untuk tersangka DS," ujar Johan.

Usai pemanggilan hari ini, Johan menjelaskan pemeriksaan Anas dalam kasus ini karena memang keterangannya dibutuhkan penyidik KPK.

Dijelaskannya, KPK melihat dari sisi hukum memerlukan keterangan Anas. Konteks pemeriksaan itu KPK ingin mendengar kaitannya dengan kasus simulator di mana dulu Anas sebagai anggota DPR. "Silahkan saja kalau tidak terlibat silahkan itu disampaikan ke penyidik," kata Johan.

"Kepiting" Senayan dan Dharmawangsa

Kepada wartawan yang mengerubutinya, Anas menceritakan sejumlah materi pertanyaan dari penyidik. Dalam pemeriksaan itu, Anas membantah semuanya.

Di antaranya, soal pertemuannya dengan Irjen Pol Djoko Susilo yang kini menjadi tersangka kasus simulator. Dibantahnya ada pertemuan itu. Dia juga menyebut tak kenal Djoko yang kini jadi tersangka kasus korupsi proyek simulator ujian SIM.

"Saya ditanya kenal Pak DS dan Pak Teddy. Saya jawab saya tidak kenal. Saya kenalnya Pak Djoko Suyanto, Pak Djoko Ujianto, Pak Joko Widodo, itu saya kenal. Saya tidak kenal Pak DS. Pak Teddy saya tidak kenal," ucapnya usai diperiksa KPK.

Teddy yang dia sebut adalah Ketua Panita Lelang proyek simulator ujian SIM, Ajun Komisaris Besar Polisi Teddy Rusmawan. Hari ini, KPK juga memeriksa perwira polri ini.

Sambil membantah, Anas mengangkat headline Koran Tempo yang menulis tentang 'Pertemuan Jenderal Djoko-Anas Cs Ditelisik' berikut sketsa foto Anas Urbaningrum, Saan Mustofa, M Nazaruddin, dan Djoko Susilo. "Seratus persen ini pertemuan tidak ada. Saya tidak tahu sketsanya dari mana," kata Anas.

Dia mengaku heran dengan pemberitaan yang menyebut adanya pertemuan dengan Djoko Susilo terkait proyek simulator SIM. Menurutnya pemberitaan itu seharusnya dikarifikasi dan dipastikan dulu informasinya sebelum dimuat dalam pemberitaan.

"Gambar ini sadisme opini, kejahatan opini saudara-saudara sekalian," ujar Anas. "Biar tidak jadi fitnah manipulatif dan tidak jadi kejahatan opini, tidak pernah ada pertemuan, apalagi ada kepitingnya," lanjut Anas.

Anas mengaku dicecar soal pertemuan yang berlangsung di restoran King Crabs Senayan dan Dharmawangsa. Dijawabnya tidak tahu. Diduga, dalam dua pertemuan itu, Djoko Susilo melobi anggaran proyek Simulator itu ke DPR. Begitu juga soal pembahasan anggaran Polri dan komunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani menyangkut Pemasukan Negara Bukan Pajak (PNBP), lagi-lagi suami Athhiya Laila itu menjawab tidak tahu.

"Intinya saya datang untuk memberikan keterangan yang saya tahu dan yang saya tidak tahu soal Simulator SIM. Tentu saya jawab sebenar-benarnya tidak tahu," terang Anas.

Penyidik juga bertanya soal tugasnya sebagai anggota DPR dan Ketua Fraksi Demokrat. "Saya ditanya apakah saya kenal Pak Saan Mustofa, Benny K Harman, Nazaruddin dan Sutjipto. Tentu saya jawab saya kenal, tapi bukan hanya kenal tapi kami berinteraksi."

Dalam jadwal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Inspektur Jenderal Djoko Susilo juga ikut diperiksa sebagai tersangka kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) proyek Simulator SIM. Ini menimbulkan tanya, apakah Anas dikonfrontir dengan Irjen Djoko. Anas membantah.

"Yang ada tadi, Alhamdulillah, saya ketemu Ustad Luthfi Hasan Ishaaq," kata Anas. Luthfi adalah mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang kini menjadi tersangka kasus suap kuota impor daging sapi.

"Bagaimana kabarnya Ustad? dia jawab Alhamdulillah baik. Saya juga ketemu Pak Tamsil Linrung, tapi tidak ada konfrontir."

Aliran Rp4 M

Anas juga membantah adanya aliran dana proyek Simulator ke Fraksi Partai Demokrat di DPR. Menurut Anas, pertemuan dan pemberian uang senilai Rp4 miliar kepada Fraksi Demokrat terkait proyek Simulator SIM tidak pernah terjadi. "Tidak ada, pasti tidak ada," ujar Anas.

Selebihnya, Anas mengaku bingung dengan pemanggilan dirinya sebagai saksi kasus Simulator SIM.  "Saya sendiri sampai sekarang tidak punya jawaban mengapa saya jadi saksi Simulator SIM ini. Saya masih bingung dan saya tidak tahu apa relevansinya. Tapi saya bersedia hadir untuk memberikan keterangan apa yang saya tahu."

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Saan Mustofa, yang mendampingi Anas ke Gedung KPK membantah terlibat dalam korupsi proyek Simulator SIM di Korlantas Polri. Dia juga membantah pernah menemani Anas Urbaningrum dan Nazaruddin bertemu Irjen Djoko Susilo untuk lobi proyek Simulator di restoran King Crabs Senayan dan Dharmawangsa.

"Itu fitnah. Itu seperti kejahatan politik melalui opini. Itu benar-benar digambarkan yang tak sesuai dengan kenyataan," kata Saan saat ditemui di Gedung KPK.

Saan pun membantah pernah menerima uang Rp4 miliar dari proyek Simulator SIM yang disampaikan panitia lelang proyek Simulator SIM, AKBP Teddy Rusmawan. Menurutnya, tudingan itu merupakan kejahatan politik melalui opini dengan mengaitkan orang yang tidak tahu-menahu dengan urusan ini.

"Saya siap dikonfrontasi dengan siapa pun yang disebut dalam tuduhan itu," ujar Saan.

Anggota Komisi III DPR itu juga mengaku tak kenal AKBP Teddy Rusmawan. "Jangankan kenal, wajahnya saja tidak pernah tergambar yang namanya Teddy Rusmawan. Saya siap dikonfrontir dengan siapa pun," ucapnya.

Dia pun berniat menggugat pemberitaan media massa yang membuat gambar karikatur seolah-olah dirinya ikut dalam pertemuan bersama Anas Urbaningrum, Muhammad Nazaruddin, dan Djoko Susilo.

"No comment"

Ketua Panitia Lelang Proyek Simulator SIM, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teddy Rusmawan saat dikonfirmasi terkait aliran dana proyek Simulator SIM ke sejumlah anggota dewan, enggan berkomentar. "Ke Bu Ria dulu deh," kata Teddy.

Namun, Kuasa Hukum Teddy, Dwi Ria Latifa juga juga tidak bersedia berkomentar terkait adanya aliran dana proyek Simulator SIM ke sejumlah Politikus Senayan.

Namun saat ditanyakan lebih lanjut apakah pemeriksaan sejumlah anggota dewan di KPK dalam proyek Simulator SIM untuk mengkonfirmasi adanya aliran dana ke DPR terkait proyek senilai Rp198,6 miliar itu, Ria tidak membantahnya.

"Wah kalau saya jawabnya no comment gimana. No comment saja. Kalau saya jawab apapun secara detil itukan sebaiknya itu tanya penyidik KPK nanti di pengadilan saja," kata Ria di gedung KPK.

Selebihnya Ria hanya mau menjelaskan tentang pemeriksaan terhadap kliennya hari ini. Menurutnya, pemeriksaan kali ini hanya melengkapi berkas pemeriksaan sebelumnya "Pertanyaan seputar proses Simulator hanya ini ada penambahan atau pengulangan saja."

Hal Ini menjadikan semakin Mirisnya kasus Korupsi Indonesia. Penulis sempat berfikir Sebenarnya Bagaimana semua ini terjadi. Banyak Sekali Politikus Yang mengatasnamakan rakyat di awal mereka menjadi Politisi Namun semuanya hilang Saat mereka duduk di bangku wakil rakyat. sungguh keterlaluan. bagaimana Menurut Anda Semua ?

Saturday, 16 March 2013

ABG Labil Jadi Incaran Pelecehan Kencan Online

ABG Labil Jadi Incaran Kencan Online, Banyak Sekali Kasus Pelecehan S3ksual di Indonesia Terjadi dari Online. Asmara Online Sering menjadi tren modus yang dilakukan si pelaku Bejat untuk memperdayai korbanya. Umumnya Kasus ini Menargetkan Ababil Atau ABG Labil Yang masing belum punya pendirian Kuat dalam diri mereka. Situs Jejaring Sosial Facebook dan Twitter menjadi Lahan subur kasus ini. tidak Jarang yang mengiming imingi Materi dan rayuan gombal Untuk menjerat korbanya

"Tren sekarang ada namanya asmara online. Itu modus baru menjerat anak-anak menjadi korban kekerasan seksual," kata Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait kepada Kami

salah satu Hal Yang sering terjadi adalah si modus melakukan Banyak trik untuk mengelabuhi korbanya. misalnya untuk masalah ekonomi. "Korban butuh membeli pulsa hingga baju. Korban berkenalan dengan pelaku dan dibujuk dan dijanjikan dipenuhi keinginannya. Misalnya, ada anak remaja diberi pulsa Rp 10 ribu, lalu diajak jalan-jalan ke mall minum jus. Akibatnya berkenalan lebih dalam dan akhirnya menjadi korban kekerasan seksual," papar Arist yang tengah bertugas di Yogyakarta ini.

Jadi Sebagai Pengguna online sekarang lebih baik berhati hati dan waspada dengan segala modus Yang banyak terjadi. sebagai orang tua Juga wajib lebih mengawasi dan menanamkan pemikiran Yang positive di dalam diri anak anaknya. Semoga dengan adanya ini bisa meminimalisirkan terjadinya kasus Pelecehan S3ksual di Indonesia

Gallery Foto Monyet Penakluk Luar Angkasa

Gallery Foto Monyet Penakluk Luar Angkasa ini mengingatkan kita Kalau dahulu ada Sekumpulan Hewan primata Yang bisa menaklukan kejamnya dunia luar angkasa mereka adalah sekumpulan Monyet Yang berhasil Terbang Tinggi Keluar Angkasa.

Pada tanggal 12 April 1961, Uni Soviet memulai menabuh genderang kompetisi teknologi antariksa dengan mengirimkan Yuri Gagarin sebagai menusia pertama yang pergi ke luar angksa dengan roket Vostok 1. Tak mau dikatakan tertinggal oleh rivalnya Uni Soviet, Amerika serikat juga telah mempersiapkan proyek luar angkasanya yang tak kalah hebatnya yaitu mendaratkan manusia di Bulan. Inilah proyek ambisius Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden J.F Kennedy.

Kini penerbangan manusia ke luar angkasa bukanlah menjadi sesuatu hal yang spektakuler lagi. Baru-baru ini kita dapat melihat NASA mengirimkan astronot-astronotnya keluar angkasa dalam misi perbaikan teleskop Hubble.

Sejarah panjang penerbangan luar angkasa jika kita telusuri memiliki banyak hal yang menarik. Salah satunya ialah dikirimnya hewan-hewan keluar angksa dalam berbagai eksperimen jauh sebelum pengiriman manusia itu sendiri. Monyet terbukti menjadi hewan favorit oleh para ilmuwan sebagai kelinci percobaan. Berikut ini merupakan sekelumit foto-foto dokumentasi mengenai para monyet “penakluk” luar angkasa.


Monyet mungil dalam gambar diatas bernama Baker. Foto yang diambil di tahun 1959 ini memperlihatkan Baker sedang berada didalam biokapsul NASA dengan tatapan mata yang saya sangat yakin mengisyaratkan ketidak nyamanan serta rasa takut. Gambar ini diambil sesaat sebelum Baker akan melakukan misi keluar angkasanya. Baker berserta seekor monyet yang lainnya bernama Able diterbangkan menggunakan roket Jupiter AM-18 pada 28 Mei 1959.


Ia kembali ke bumi dalam keadaaan hidup setelah terbang selama 15 menit. Hal ini menjadikannya sebagai perimata pertama yang dapat bertahan hidup selama misi-misi percobaaan semacam ini. Namun sebenarnya, sepuluh tahun sebelum penerbangan Baker, seekor monyet bernama Albert II menjadi monyet yang mampu bertahan hidup selama misi di luar angkasa. Namun sayang kehidupannya berakhir setelah roket yang ditumpanginya hancur menabrak bumi karena tidak dapat mendarat dengan sempurna.


Sam, monyet pemberani ( pemberani atau terpaksa ya?) pada gambar diatas dikirim menggunakan roket Mercury pada bulan Desember 1959. Ia mengikuti jejak pendahulunya Baker dan Able dalam misi luar angkasa di tahun 1959. Sam ditugaskan dalam misi percobaan sistem kemanan dan keselamatan pesawat. Roket Mercury melepaskan biokapsul – dimana Sam berada didalamnya – beberapa menit setelah penerbangan. Kapsul yang ditumpangi Sam berhasil mendarat di Samudera Atlantik setelah pada ketinggian 82 km ia dijatuhkan kemudian melayang-layang di udara. Sam berhasil selamat dalam misi ini dan ia hidup hingga tahun 1982.

Tiga simpanse bernama Duane, Jim , dan Chu pada foto diatas sedang dibaringkan didalam kapsul saat berada di pangkalan udara Holloman, New Mexico, pada Januari 1961. Mereka dikirim untuk penelitian mengenai tingkat kelelahan saraf serta tekanan psikologis selama di luar angkasa.


Pada 31 Januari 1961, seekor Simpanse bernama Ham diterbangkan pada ketinggian 185 kilometer ke angkasa dengan kecepatan 7080 km/jam. Ham manaiki roket Mercury-Redstone. Ia juga berhasil selamat setelah mendarat di Samudera Atlantik setelah misi selama 16,5 menit. Delapan bulan kemudian setelah penerbangan Ham, simpanse lainnya bernama Enos berhasil menjadi simpanse pertama yang terbang hingga ke Orbit Bumi.

Tidak hanya Amerika serikat dan Uni Soviet saja yang melibatkan hewan sebagai percobaan-percobaan penerbangan keluar angkasa, program luar angkasa Prancis juga melakukannya. Mereka menggunakan jasa ketiga monyet pada gambar di atas. Penerbangan ini dilakukan pada tahun 1967. 

Dan Inilah Gallery Foto Monyet Penakluk Luar Angkasa Untuk Sobat semua


Nah Siapa Yang ingin Pergi Keluar Angkasa ? Bareng Monyet Aja :)

Hati Hati Mata Mata Internet Indonesia

Hati Hati Mata Mata Internet Indonesia, Kini Di Indonesia Tampaknya Kebebasan Berpendapat menjadi sesuatu Yang sulit dilakukan Bahkan kalaupun itu Via Online. Indonesia Dikabarkan menjadi salah satu Negara pengguna software spy atau pengintai. Hal ini menjadikan semua kegiatan Yang dilakukan Via Online Bisa diketahui Oleh orang Yang memegang kendali software spy tersebut.

Software spying ini dijual Oleh Gamma Group Dari englang Inggris. mengatakan bahwa mereka menjual teknologi ini pada pemerintah untuk mengawasi aktivitas kriminal yang melibatkan "pedofil, teroris, kejahatan terorganisir, penculikan, serta perdagangan manusia."

Software Yang dinamakan Dengan Sebutan FinSpy ini merupakan Aplikasi Yang menjadikan Oknum Atau pemerintahan bisa mengawasi kegiatan setiap Warga negaranya. Menurut laporan selain indonesia ada 25 negara Yang menggunakan aplikasi pengintai ini mereka adalah Australia, Bahrain, Bangladesh, Brunei, Kanada, Republik Cek, Estonia, Ethiopia, Jerman, India, Jepang, Latvia, Malaysia, Meksiko, Mongolia, Belanda, Qatar, Serbia, Singapura, Turkmenistan, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam. Semua Negara mengklaim menggunakan ini untuk mengantisipasi Terjadinya tindak kejahatan di online walaupun pada kenyataanya Banyak Yang disalah gunakan.

Bagaimana Menurut Sobat ? Apakah Perlu Indonesia Menggunakan Software ini ?

Friday, 15 March 2013

Kisah Darurat Dibalik Kartu Sehat Jakarta Ala Jokowi

Kartu Jakarta sehat Atau KJS menjadi Andalan Jokowi Dan Ahok Untuk Membantu Kesehatan warganya di Jakarta. Tampaknya Pasangan pemimpin ini tetep kekeh dalam pendirianya menjadikan warga ibukota semakin sehat dan bugar.

Dengan menggunakan KJS maka warga Jakarta Bisa lebih tenang Dalam berobat karena tidak harus memikirkan uang atau bayaran. mereka hanya cukup mengantri berjam jam dan semuanya Gratis. Ada Banyak Kisah Yang timbul dari KJS ini dari Yang sedih dan senang namun intinya warga jakarta senang dengan adanya Kartu Sehat ini .

Inilah beberapa kisah Yang berhasil dikumpulkan berkaitan dengan KJS ini . Noviana, warga Kalideres, adalah salah satu "yang beruntung". Saking takut kehabisan jatah berobat kalau kesiangan, dia pun berangkat dari rumah pukul tiga pagi. Novi sakit paru-paru dan dia mengandalkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk menyehatkan alat  bernapasnya itu. KJS adalah salah satu program unggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo  yang digadang-gadang bakal menjadi jalan keluar buat warga tidak mampu untuk berobat secara gratis.

Novi, 37 tahun, mengaku rutin datang ke RS Tarakan tiap 10 hari. Tidak masalah baginya mengantre sampai 12 jam, selama dia bisa berobat tanpa mengeluarkan uang. "Yang namanya  gratis kita sabar aja. Yang penting saya dapat obat. Kalo nunggu kelamaan, ya tinggal  tidur," kata dia, nrimo.

Prosedur berobat pemegang KJS memang berbeda dengan pasien umum. Kaum ini harus  mendaftar lebih dulu di sebuah buku yang disiapkan oleh petugas keamanan rumah sakit.

Barulah kemudian mereka mendapat nomor urut dan menunggu dipanggil, niscaya berjam-jam  kemudian.

Nasib pasien rawat inap KJS lebih mengenaskan lagi. Yang sakit parah sekalipun harus berhadapan dengan kenyataan bahwa kamar tidak selalu tersedia. Pemegang KJS mendapat  fasilitas rawat inap gratis di kamar kelas III. Diceritakan Kokom (52), warga  Cengkareng, hingga tiga hari adiknya yang sakit jantung tertahan di Instalasi Gawat  Darurat karena tidak ada kamar kosong di ruang kelas III. Saat ditemui VIVAnews Rabu  siang kemarin, Kokom bersama tiga anggota keluarganya sedang berbaring di atas tikar  yang dia hamparkan di halaman rumah sakit.

Kokom terpaksa bermalam di situ karena adiknya, Maksum (31), belum mendapat bangsal.

Toh, Kokom masih bersyukur. Sebab, begitu tiba, adiknya langsung ditangani. Jadi, tidur di pelataran rumah sakit pun jadilah. "Namanya juga gratis, yang penting adik saya sudah  ditangani," ujar Kokom, bersyukur.

Sejak KJS digulirkan, warga Jakarta yang sakit berbondong-bondong mendatangi rumah sakit. Akibatnya, jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah meningkat drastis.

Peningkatan signifikan salah satunya terjadi di Rumah Sakit Tarakan itu. Menurut petugas keamanan RS Tarakan, Didi Suryadi, beberapa bulan lalu warga yang berobat belum seramai  sekarang. Tidak ada calon pasien yang antre sejak dini hari.

Kepala Bidang Pelayanan RS Tarakan, Theryoto, menyebut dalam sehari ada sekitar 1.000  sampai 1.200 pasien yang datang berobat membawa KJS. Dari total 350-420 pasien rawat  inap per hari, 90 persen di antaranya menggunakan KJS. Lonjakan terjadi mulai November  lalu saat KJS mulai dibagikan.

Fenomena ini kontras dengan program kesehatan sebelumnya, yaitu Jaminan Kesehatan Daerah  (Jamkesda). Ketika itu, pasien yang datang berobat menggunakan kartu itu hanya sekitar  700-800 orang per hari. Apa sebab warga lebih memilih KJS dibanding Jamkesda?

"Karena KJS ini persyaratannya mudah," kata Theryoto.

Di RS Tarakan hampir semua kamar kelas III diperuntukkan bagi pasien KJS. Dari 460 tempat tidur, 404 dipakai KJS. Sedangkan sisanya untuk pasien berbayar. Sejak ada KJS,  kamar tidak pernah kosong.

Program KJS menyasar 4,7 juta warga miskin, atau setara dengan 50 persen penduduk Jakarta. Kartu didistribusikan secara bertahap. Tahap pertama, November hingga Desember lalu, dikeluarkan 3.000 kartu. Kelurahan yang jadi prioritas adalah Tanah Tinggi, Bukit Duri, Manggarai, Pademangan Timur, Marunda, dan Tambora. Penentuan daerah prioritas didasarkan pada tingkat kepadatan penduduk dan apakah itu masuk kategori wilayah kumuh.

Untuk mendapatkan KJS, warga cukup membawa KTP dan Kartu Keluarga ke Puskesmas terdekat.

Utamanya, mereka harus masuk dalam kategori "pasien kelas III" alias tidak mampu secara  ekonomi.

KJS dilengkapi sistem elektronik yang dapat menyimpan data kesehatan penggunanya--mulai dari riwayat penyakit hingga di mana saja telah menjalani perawatan. Dengan sistem ini, Dinas Kesehatan dapat melakukan pengawasan pelaksanaan KJS. Juga, mempermudah proses perujukan pasien ke rumah sakit karena sistemnya terintegrasi dengan database 88 rumah sakit penerima KJS.

***

Kehadiran KJS memang disambut baik oleh warga Jakarta. Sayangnya, ini tidak diimbangi dengan tersedianya fasilitas rumah sakit yang memadai. Program kesehatan murah andalan  Jokowi-Ahok ini tak berjalan mulus. Fakta di lapangan menunjukkan tak sedikit warga yang  kecewa karena ditolak dilayani sejumlah rumah sakit. Penyebabnya: jika tidak kamar  penuh, fasilitasnya yang kurang.

Lebih menyedihkan, KJS juga melahirkan banyak kisah tragis keluarga yang menyaksikan  orang yang mereka kasihi meninggal setelah "mengemis" layanan rumah sakit.

Kasus terakhir menimpa Ana Mudrika (14) yang terlunta-lunta setelah ditolak empat rumah  sakit. Ana diduga keracunan makanan dan telat ditangani secara medis. Akhirnya dia meninggal, Sabtu 9 Maret 2013.

Sebelumnya, bayi Dera Nur Anggraini juga meninggal akibat tidak tertampung di rumah sakit. Orok merah ini meninggal hanya enam hari setelah dilahirkan. Dia lahir bersama kembarannya melalui operasi caesar di RS Zahira, Jagakarsa, Jakarta Selatan, 10 Februari  2013 lalu.

Sejak dilahirkan, kondisinya terus melemah. Karena keterbatasan alat untuk menangani  Dera, RS Zahira mencoba merujuk ke rumah sakit lain. Dera harus dirawat di Neonatal  Intensive Care Unit (NICU). Dalam perjuangannya mencari rumah sakit rujukan, ayah Dera,  Eliyas Setya Nugroho, ditolak oleh hampir 10 rumah sakit.

Dokter mengeluh

Tidak hanya oleh pasien, KJS juga dikeluhkan para dokter. Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  mengaku kewalahan dengan lonjakan pasien di rumah sakit dan Puskesmas setelah kartu ini diberlakukan. Mereka khawatir pelayanan medis terhadap pasien menjadi tidak maksimal.

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Zainal Abidin, mengatakan idealnya satu dokter memberikan  pelayanan kesehatan selama 15 menit untuk seorang pasien. Namun setelah KJS diterapkan, seorang dokter hanya bisa memeriksa pasiennya selama lima menit saja. Padahal, dalam memberikan pelayanan kesehatan dokter tidak bisa seperti penjual karcis. Selesai tulis nama, selesailah layanannya.

Namun, Gubernur DKI Jakarta Jokowi Widodo melihatnya dari sudut yang optimistis. Dia  menilai membludaknya pasien ke rumah sakit menandakan antusiasme warga untuk berobat.

Jokowi mengakui dengan KJS permintaan berobat ke RSUD dan Puskemas naik dua kali lipat.

Baginya, itu sebuah konsekuensi logis saja.

"Kalau begitu tidak usah ada KJS, biar sakit semuanya di rumah. Mau seperti itu?" Jokowi  balik mempertanyakan.

Dia meyakini pasien membludak karena program ini baru di tahap awal. Jumlah pasien KJS  nanti akan menurun seiring membaiknya kesehatan masyarakat. Selain itu, menurut Jokowi banyak warga yang ngotot ingin dirujuk ke rumah sakit karena masih enggan berobat di  Puskesmas.

Yang jadi masalah, carut-marut KJS tak lepas dari ulah orang-orang tak bertanggung jawab di lapangan, khususnya di tingkat Puskesmas. Mereka begitu saja merujuk pasien ke rumah  sakit tanpa ditangani terlebih dahulu. Bahkan, ada yang sakit ringan saja langsung dirujuk ke rumah sakit.

Dievaluasi

Program unggulannya dikritik pedas di mana-mana, Jokowi segera merespons. Dalam waktu  dekat dia menyatakan akan melakukan uji publik sistem KJS. Dia akan mengumpulkan  berbagai pihak untuk dimintai masukan. Warga yang pernah menggunakan KJS akan  diikutsertakan dalam evaluasi itu.

Dia juga berencana memotong fasilitas kamar kelas II di RSUD rujukan KJS, menjadi kelas  III. Cara tersebut diharapkan bisa meningkatkan jumlah kamar yang tersedia bagi pasien  KJS. "Kelas II sudah dipotong 75 persen jadi kelas tiga," kata mantan Walikota Solo ini.

Selain itu, layanan call center 119 juga akan terus diperluas supaya warga dapat mengecek langsung ketersediaan kamar di rumah dan informasi lainnya yang dibutuhkan.

Saat ini, layanan 119 baru terhubung dengan sembilan rumah sakit, yaitu RS Cipto  Mangunkusumo, RS Jantung Harapan Kita, RS Anak Bunda Harapan, RSUP Fatmawati, RSUP  Persahabatan, RSUD Tarakan, RSUD Cengkareng, RSUD Koja, dan  RSPAD  Gatot Subroto.

Rumah sakit yang 'bengal' pun diancam. Jokowi menggertak tidak akan memberikan segala  bentuk izin, termasuk IMB dan izin perluasan bangunan, bagi rumah sakit yang kedapatan  menolak pasien KJS. "Kami pemerintah punya power yang dapat digunakan untuk hal-hal yang  bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Selain minimnya fasilitas medis, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja  Purnama melihat kendala lain yang menghadang KJS adalah faktor sumber daya manusia.

Tenaga medis masih kurang jumlahnya. Karena itu, ke depan pemerintah Jakarta berencana  menambah tenaga kesehatan. Gaji mereka pun akan dinaikkan.

Ahok pun mewanti-wanti rumah sakit untuk tidak lagi menolak pasien KJS. Menyangkut biaya  perawatan, dia menjamin akan membayarnya. Dia menyatakan anggaran kesehatan untuk  mendukung program KSJ di tahun 2013 sudah dinaikkan menjadi Rp1,2 triliun, dari  sebelumnya yang cuma Rp800 miliar. Meski luas dikritik, dia menyatakan Pemprov DKI teguh  akan terus mengembangkan program ini

Semoga KJS ini bisa menjadi solusi Pemimpin Ibukota untuk menjadikan warganya bahagia aman dan sejahtera

Hanura jadi Pelabuhan 10 Partai Gagal Verifikasi,

Ya kini Hanura sedang mengumpulkan Banyak kekuatan Untuk menghadapi pilpres 2014 . dan tampaknya setelah masuknya beberapa tokoh penting misalnya hary tanoe dari nasdem kini menyusul Pendiri PKS juga masuk ke hanura.

Ditambah lagi dukungan dari 10 partai yang gagal verifikasi juga masuk dalam lingkaran politik mereka. Mereka adalah Setelah Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI), Partai Kedaulatan, Partai Damai Sejahtera, Partai Republikan, Partai Nasional Republik, Partai Indonesia Sejahtera, Partai Pemuda Indonesia dan Partai Kongres.Hanura jadi Pelabuhan 10 Partai Gagal Verifikasi,

Mereka semua Sedang mengadu nasib untuk mencoba memenangkan Pemilihan umum di tahun esok nanti dan berharap menjadi penegak panji indonesia. Menurut Wiranto, bergabungnya kesepuluh parpol ini akan menjadi sebuah kekuatan bersama yang memiliki visi sama yaitu menjadikan Indonesia bersih dengan memiliki hati nurani.

benarkah mereka akan menjadikan indonesia sebagai hati nurani mereka atau jadi sapi perhan mereka ? kita tidak bisa sepenuhnya menjudge mereka namun dari banyak pengalaman para politikus lebih sering lupa dengan rakyat. bagaimana menurut anda ?

Thursday, 14 March 2013

,

Jet Tempur As Kabur dari Jet Iran

Jet Tempur As Berhasil Kabur dari Jet Iran, Panasnya pertempuran teknoloi di timur tengah membuat keadaan semakin memanas. Juru bicara Pentagon, George Little menjelaskan, insiden ini berawal ketika jet tempur F-4 milik Iran dideteksi berada pada jarak 25 km dari pesawat tanpa awak AS, Predator. Jet Tempur As Kabur dari Jet Iran

Saat itu pesawat tak berawak AS sedang melakukan tugas rutin, yakni misi pengawasan wilayah Teluk. Tiba-tiba ada jet tempur Iran yang mendekatinya.

Hal ini menjadikan As Lebih waspada Dengan menambahkan pengamanan terhadap Kekuatan militer mereka di wilayah teluk timur tengah. karena bisa saja iran akan membombardir mereka

"Kami berhak untuk melindungi aset militer kami, sama seperti pasukan militer kami dan kami akan terus melakukan hal itu di masa mendatang," tegas Little.

Hal ini sudah sering terjadi disana. namun kali ini as lebih waspada terkait meningkatnya teknologi yang dimiliki oleh iran. sebenarnya mengapa As repot repot mengawasi Iran ? Mengapa mereka tidak fokus dalm negeri saja ? bagaimana jawaban anda ?